Antara Cinta dan Cita

Sebagai seorang wanita, selain menjadi wanita yang berjaya dan dicinta, aku ada satu lagi cita-cita,

Menjadi bidadari Sorga.

Bidadari penyeri orang tua dan sang suami tercinta di dunia dan akhirat sana,

Pelihara aurat dan solat,
Taat perintah suami dan org tua,
Tidak perlu dimata dunia tampak hebat,
Cukuplah jadi wanita seadanya,

Memberi kasih dan cinta sepenuh rasa,
Tutur yang terjaga,
Dan tingkah yang menyenangkan mata.

Disebut dan dikenang saat sudah tiada, itu lebih bahagia daripada disanjung dan dimanja di dunia yang tak kekal lama.

Rindu Sendu.

Kita bertemu di bawah langit yang berbeza, di benua yang jauh terpisah dan di jarak masa yang tak sama.
Di alam maya yang tak menyatukan mata kita.

Namun hati kita seakan serupa.

Hari demi hari berlalu seperti kita lalui bersama-sama,
Malam disana siang disini tak terasa membebani jiwa,
Seolah kamu dan aku memang ditakdirkan untuk bersama.

Namun siapa kita untuk menentukan.

Tak terduga akan terjadinya perpisahan,
Yang tak pernah lintas dibenak fikiran,
Rasa yang ada perlu kita korbankan,
Meskipun berat kamu dan aku harus akukan.
...

Kita berpisah saat kita di bawah langit yang bebeza, kita dibenua yang jauh terpisah dan di jarak masa yang tak sama. Menangis sendu bersama di alam maya yang tak menyatukan mata.

Kita berpisah dalam rindu,
Hari demi hari berlalu terasa sepi berteman sendu,
Malam disana, siang disini terasa berat menyiksa jiwa,
Seolah kamu dan aku hilang harapan untuk bersama.

Rindu menjadi sendu.






Tersembunyi Batinnya.

Tuhan,
Saat ini tiada selain Engkau yang mengerti,
Tiada selain Engkau yang memahami,
Tiada selain Engkau yang melihat,
Betapa aku saat ini sedang sangat lemah,
Hujung jari menolak pasti aku rebah.

Tuhan,
Biar jasad aku kelihatan utuh mencengkam bumi,
Biar riak wajah aku tetap terus tenang meniti hari,
Biar kata-kata dari mulutku tidak ada satu yang mewakili sakit hati,
Biar mataku bersinar jangankan air mata membasahi pipi,
Biarpun pada batinnya,
Kaki ini kian lemah tak terasa berdiri dibumi,
Wajah ini kusut tak ingin tersenyum lagi,
Kata-kata yang ingin sekali aku bicara penuh keluhan hati,
Mata ini tak ingin kering untuk membasuh resah yang menyelubungi.

Tuhan,
Bantu aku mengumpul segenap kekuatan
agar aku akan tetap terus bertahan.

Tuhan,
Beri aku bahagia yang aku pinta,
Jika tidak di dunia,
Izinkan bahagia milik aku di akhirat sana.

Terus bermimpi atau bangun berlari?

Tak semua mimpi akan jadi realiti. Sebab itu ada yang memilih untuk terus berada dalam mimpi meskipun nanti akan bertemu igauan ngeri daripada memilih untuk jatuh tersungkur tatkala berlari menghambat mimpi keluar menjadi realiti.